Minggu, 02 November 2014

mencari rejeki dalam langkah kaki

Assallamuallaikum Wr. Wb.                                                                                             part 1
perkenalkan nama saya Muis sebut saja begitu emang itu se sebenarnya nama saya.
malam itu sebelum sang fajar muncul dingin menyerang membangunkan aku yang tengah tertidur di samping jalan dalam kegalauan hidup .seperti ada yang membangunkan aku tak tau itu aku terbangun dan mulai langkahkan kaki tak tau arah dan tujuan dalam otak bersyarang syetan yang mencoba merayu untuk mencuri di sebuah rumah ! memang saya membutuhkan sjumblah uang yang bagi ku lumayan bnyak ?
tapi alhamdulilah Allah masih melindungi saya dari godaanya dan saya pun berjalan ke arah timur yang tak tau tujuan hanya berbekal baju yang melekat di badan dan tas yang di dalam nya ada 2 jaket,1 sarung
dan dompet yang tak ada sepesrpun uang di dalamnya, aku melanjutkan langkah kaki ku tak terasa subuh
sudah berkumandang 1/4 jam yang lalu dan saya pun bergegas mencari musola terdekat dan tak sulit menemukan musola dan akhernya saya pun solat walau tak jamaah tapi selepas wudhu dan sholat hati ini seperti ada panggilan , dan saya pun melanjutkan langkah kaki dengan setiap langkah membaca yang aku bisa baik itu,tasbih.tahmit.takbir bismillah dan apalah sebisa aku  dan kini pun ada tujuan JOMBANG jawa timur kota yang relegius menggugah saya untuk melangkahkan kaki kesana , dan saya pun langkahkan kaki ke timur krna memang saya dari Pekalongan jawa tengah sekitar 3 km saya menemukan #peci dimana warna putih dan masih bersih pula tak lama akupun mengambilnya di jalan dan akupun memakenya alhamdulilah  menambah keyakinan saya  ,saya pun melanjutkan langkah saya tak terasa sudah jauh dari tempat tinggal saya, namanya manusia ternyata aku mulai haus agak malu" aku mendekati nenek yang pagi menjelang siang itu sedang menjemur pakaian dan aku beranikan diri untuk meminta air putih dengan nafas yang tak mulai beratur aku beranikan diri (mbah nyuwon toyone wonten mbh) se nenek pun menyawab *iyo le ono sekedap njeh* tak lama menanti ahernya se nenek datang membawa air putih dengan botol di tanganya,
tak bnyak bicara sya pun pamit lanjutkan langkah ini, tak jauh melangkah aku menemukan tongkat dan kini menjadi teman jalan saya . terik matahari membuat saya letih dan buru" mencari Masjid untuk sekedar istirahat sambil menunggu Dhuhur tiba selepas Dhuhur saya pun lanjutkan langkah kali ini perut ku seperti ingin berontak pada wadahnya dan saya pun terus berdoa sbisa saya tak cukup jauh sudah ku tinggalkan mesjid sementara air putih dari nenek sudah berganti air dari masjid itu, membuat perut menjadi gak beraturan, dari pinggir jalan deretan warung" ada supir yang memanggil dari kejauhan saya pun menghampiri
dan alhamdulilah ia menawarkan minum dan makan saya pun tak pikir panjang untuk memesan mie,dan teh manis hangat krna kebetulan nasinya tidak ada .dengan obrolan yang tak bnyak lalu si penjual membekali dengan jajan dan si maz yang tadi nawarin saya menawarin saya air minum saya pun menolak lantaran masih ada air minum di tas saya, saya pun berpamitan pada penjual dan si maz yang baik hati ,  dan saya lanjutkan langkah kaki alhamdulilah perut sudah terisi semakin semangat rasanya menjalankan langkah ini, di tengah bising suara kendaraan Adzan Ashar berkumandang saya pun mendapati masjid membersihkan diri mandi dan berjamaah tak banyak istirahat saya pun lanjutkan langkah, jauh sudah melangkah sore seakan sudah mulai gelap dan suara adzan maghrip pun berkumandang dan saya mencari musola terdekat dengan menanyakan warga sekitar tak begitu jauh saya pun mendapati musola krna di samping jalan raya dan kebetulan tak ada imam biyasahnya saya pun di suruh jadi imam di musila tersebut,  sambil menunggu isya istirahat sambil membaca al-Qur'an dan suara adzan pun berkumandang alhamdulilah org yang biasa imam di musola itu pun datang , selse jamaah perut mulai keroncongan lantaran tadi hnya makan mie rebus,  mau bergegas ambil sandal dan tongkat sembari bertanya seorang jamaah perempuan memanggil saya (maz bade pundi treng pundi) sembari mnjawab di pun menawari untuk jangan pergi dulu mau di kasih makan kalo mau tak lama menunggu seorang anak lelaki mengasikan nasi bungkus dan teh hangat di masukan botol , dan saya pun memakanya setengah krna agak bnyak. selse semua akupun bergegas lanjutkan perjalanan  kali ini berteman gelap bising kendaraan dan jalan yang berlobang lantaran di sepanjang jalan banyak sedang dalam perbaikan,. cukup jauh dari situ dan langkah yang mulai capek saya pun mencari musola untuk bermalam dan istirahat, mungkin lantaran dekat jalan raya tempat wudhu dan toilet sangat pesing ,dan halaman musola itu kotor dengan pakean yang tak ku pakai akupun menyapu dan mngepelnya, sudah mulai ngantuk nasi dan teh hangat yang berubah jadi dingin pun aku makan dan minum., krna agak bnyak pepohonan di sekitar dingin pun tak bisa di pungkiri begitu menusuk tulang,. akupun tertidur pulas , lantaran di musola barang kali ada yang mmbangunkan subuh, bngun sendiri waktu sudah mnunjukan pukul 5 tapi vbelum adzan okh, pikir ku barang kali gak di pake solat subuh dan saya pun solat sendiri ,, dan lanjutkan langkah kaki ,,,, tar yea nunggu aku ol lagi sebenarna perjalanan ku 3 1/2 hari ,,  next

Tidak ada komentar:

Posting Komentar