Senin, 10 November 2014

jangan kondo-bilang

huhuuuu kanan kiri bertanya pada kawan,saudara dan bnyak orang dengan
 topik yang sama (ada kerjaan gak) selalu bilang gak ada , apakah kami yang minoritas tak berpendidikan hanya sampah belaka , aku tak berpendidikan bukan lantaran gak mau melanjutkan ke jenjang berikutnya tapi lantaran biaya yang menjadi sandungan utama dari pada aku lanjutin malah 2 adiku tak bisa lanjutin lebih baik aku yang harus putuskan tak lanjutkan tingkat SMP, aku kian liar dengan tak ada kerjaan yang pasti . hidup di jalan memuaskan nafsu remaja ku, hidup di jalan , bikin repot keluarga menjual apa yang bisa di jual untuk main judi, meski bukan kepunyaan ku, aku kian brutal dengan menyatroni rumah mencuri itu hal yang dulu aku lakukan. itu di sebabkan krna ketergantungan pada judi, dan akhirnya hutang kian menumpuk 3,4 bulan aku axis di media sosial menawarkan (GINJAL ku) dan akhirnya bnyak yg mngubungi nomer yg tertera di tulisan itu dan mei 2014 aku membuat perjanjian pada pasien seseorang di surabaya dan akan temu di sana,dan waktu itu pun tiba kanan kiri mencari pinjaman akhernya mendaptkan juga untuk membeli tiket kesana, tiket ternyata sudah di pesankan dari sana aku tinggal melihatkan kodenya yang di kiremkan dari ponsel ,ternyata ada pasien lagi yang mnghubungi saya tinggal di ibukota, lantaran sudah membeli saya terpaksa mngganti sejumblah uang yang sudah terpake mmbeli tiket, dan saya pun membuat perjanjian dengan ponakan dari pasien nominal perjanjian itu 80 juta via telefon. menunggu malam tiba akupun berangkat dari rumah ke jakarta dan bilang pada keluarga mau kerja di pabrik plastik dengan membawa sejumblah uang hasil pinjam dan persyaratan, berupa KK,surat kelahiran,KTP. 9 jam lebih jarak dari tempatku ke jakarta tak menyurutkan nyali ku untuk membayar hutang" ku, maklum motor ku jual, dan berbagai perabotan lainya di tambah meminjam uang kas kommunitas di total 10 juta lah,. itu yang membuat aku berani untuk  langkahkan kaki ini walau aku tau resiko kelak yang akan timbul di kemudian hari,  singkat waktu akupun bertemu dengan ponakanya dan ibu yang bernama sebut saja melati ,  ibu itu menjadi saksi yang di beli untuk memperlancar operasi kelak, rangkain test sudak ku jalani dan sudak bertemu pasien asal KALIMANTAN, tinggal menunggu hari untuk operasi malah pasien mendadak koma dan tak bisa apa" ironis emang , dalam hati ku berkata berarti Alloh masih sayang saya, dan takut menunggu lama dan membuat aku jenuh akupun di suruh pulang dan di beri uang 250 ribu , pikir ku apakh cukup sedangkan aku bilang kerja dan di jakarta sudah 10 hari lebih dan sayapun pulang dengan tangan hampa membawa hutang yang kian menumpuk tak patah semangat akupun genjar aktip di berbagi situs, tak butuh lama ada yang  mnghubungi ku, dan sayapun mngirim persyaratan lewat email sesudah itu saya pun membayar melalui atm dan ternyata saya tertipu walau tak seberapa itu membuat aku kian frustasi di buatnya , janji" yang aku keluarkan yang di depan mata mendapatkan semua sirna. akupun kian frustasi di buatnya, aku kembali membuat ulah dan itu memaksa ku untuk keluar dan tidur di jalan sementara, aku merasa alloh gak adil dulu dingin malam tak membuat ciut nyali ku emperan toko menjadi tempat yang nyaman, dengan langkah tak beraturan aku langkahkan kaki ke timur . next part 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar